“Efek Rumah Kaca”: Separuh Fakta yang Terlupakan

Istilah “efek rumah kaca” sudah kadung pejoratif. Yang terbayang ketika mendengarnya adalah gunung-gunung es di kutub yang meleleh, naiknya permukaan air laut, terancamnya kehidupan beruang kutub, naiknya suhu bumi, pemanasan global, dan perubahan iklim global. Persepsi itu tidak keliru tapi baru separuh kebenaran. Apa maksudnya?

Efek rumah kaca (ERK) sebetulnya peristiwa yang justru kita perlukan supaya suhu bumi tetap hangat dan cocok bagi kehidupan. Peristiwa ERK sudah terjadi selama jutaan tahun di bumi. Begini: ERK di bumi terjadi ketika gas CO2 di atmosfer menangkap dan mempertahankan panas yang diterima dari matahari supaya tidak lepas bebas ke angkasa. Dengan panas yang tersimpan ini, suhu bumi menjadi hangat dan nyaman bagi berlangsungnya kehidupan. Tanpa ERK, bumi akan sangat dingin sehingga air beku dan kehidupan pun ikut membeku. Suhu rata-rata di permukaan bumi sekitar 15 derajat Celcius, dengan variasi suhu di bawah nol di kutub hingga di atas 40° C di gurun. Fenomena ERK dimungkinkan berlangsung kontinu berkat adanya siklus CO2 di bumi. Itulah separuh kebenaran yang lain tentang ERK yang sering dilupakan orang.

Efek Rumah Kaca [1]

Bandingkan misalnya dengan Planet Mars, yang beratmosfer amat tipis sehingga ERK amat lemah dan tidak cukup mampu menahan panas yang diterima dari matahari. Akibatnya, suhu rata2 Mars begitu dingin, di bawah 0 °C (dengan rentang suhu -87 hingga -5° Celcius) dan tidak kondusif bagi kehidupan.

Siklus Karbon Dioksida di Alam [2]

Ekstrem lainnya adalah Planet Venus. Karena atmosfernya begitu tebal dan kaya akan CO2, ERK menjadi sangat kuat sehingga suhu permukaan bisa mencapai ratusan derajat Celcius sehingga tidak kondusif bagi kehidupan.

ERK di bumi, dengan demikian, sangat berguna apabila kadar CO2 di atmosfer normal sehingga dapat berfungsi sebagai penyimpan panas. Namun, apabila kadarnya tidak lagi normal (terutama akibat pemakaian bahan bakar fosil di transportasi dan industri, serta peternakan berskala besar), panas yang disimpannya menjadi eksesif dan berdampak buruk sebagaimana disebutkan di bagian pembuka.

Istilah apa pun memang mesti dimaknai secara tepat, sesuai dengan maksud dan konteksnya.

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS Al-Jatsiyah 13).

Referensi:
[1]https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Earth%27s_greenhouse_effect_(US_EPA,_2012).png
[2]http://expeditieaarde.blogspot.com/2015/02/carbon-dioxide.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Citra Matahari Terkini

Latest image from Helioviewer.org.