Misteri Dunia Kuantum

Terdapat dua hal yang membuat fenomena kuantum menjadi sangat misterius, yakni: Entanglement dan Consciousness.

Entanglement atau kadang disebut dengan fenomena non-locality adalah fenomena seolah-olah semua partikel elementer di alam semesta bekerja dalam satu kesadaran, dan sistem kerjanya seperti tidak bergantung kepada ruang dan waktu. Partikel A di bumi bisa berinteraksi dengan partikel lain B di pinggir alam semesta, meskipun jarak kedua partikel tersebut maha jauh. Cahaya pun akan memerlukan waktu trilyun-trilyunan tahun untuk pergi dari A ke B, tetapi kedua partikel tsb sepertinya hanya memerlukan waktu 0 detik, hanya seketika, untuk berinteraksi satu sama lain. Dari sini kemudian disimpulkan oleh beberapa fisikawan bahwa segala sesuatu di alam semesta saling terhubungkan satu sama lain (everything/anything is connected), karena semua eksistensi di alam semesta terbuat dari partikel elementer. Hal ini yang membuat Einstein menolak mekanika kuantum karena percaya bahwa teori mekanika kuantum masih belum lengkap (Ekperimen EPR). Hampir semua keanehan dunia kuantum bisa ditelusuri dari fenomena entanglement ini, misalnya peristiwa satu gelombang partikel bisa berada di dua tempat atau lebih pada waktu yang sama. Prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam pengukuran partikel juga dapat ditunjukkan terkait dengan Entanglement. Juga ketika persamaan Schroodinger, yang membangun dinamika partikel, digabungkan dengan teori relativitas Einstein (yang disebut dengan persamaan Wheeler-de Witt), keseluruhan alam semesta terlihat seperti statis, tidak bergantung dengan waktu, padahal semua fenomena di alam selalu bergantung waktu, selalu dinamis.

Consciousness atau kesadaran adalah misteri terbesar dunia kuantum, yang mungkin juga misteri terbesar dari semua Sains. Sudah tidak terhitung lagi eksperimen yang berhasil memverifikasi peranan kesadaran dalam penciptaan realitas yang diamati manusia. Hal ini memberikan implikasi bahwa alam semesta ada karena kesadaran manusia ada. Ini dirumuskan oleh John Wheeler, salah satu fisikawan terbesar sepanjang masa, melalui Partisipatory Anthropic Principle (PAP). Prinsip PAP ini adalah prinsip Sains yang paling dekat dengan mistisisme karena prinsip ini memberi implikasi bahwa eksistensi alam semesta bergantung kepada kesadaran manusia. Jalaluddin Rumi ribuan tahun lalu mengatakan bahwa seluruh alam semesta (multiverse) ada dalam diri manusia, dan bukan sebaliknya.

Do not feel lonely, the entire universe is inside you (Rumi).

There is nothing outside of yourself, Look within, Everything you want is there- you are That (Rumi).

Agus Hasan Budiyanto
trueabsolute@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Citra Matahari Terkini

Latest image from Helioviewer.org.