Energi Gelap (Dark Energy)

Ini menjadi salah satu isu terbesar dalam kosmologi yang belum terpecahkan hingga saat ini. Kalau para pakar saja kebingungan, apalagi kita, saya dan Anda. Yang hendak saya kemukakan di sini hanya tentang bagaimana muncul ide tentang energi gelap ini. Tentu secara sederhana saja, sepanjang idenya tertangkap. Rumusan matematikanya biar digarap oleh para fisikawan dan kosmolog saja.

Ceritanya bermula sejak Dentuman Besar (Big Bag) terjadi: alam semesta bermula dari sebuah titik (singularitas) dengan densitas tak berhingga, lalu meledak, kemudian mengembang dan terus mengembang hingga berevolusi membentuk aneka benda langit (galaksi, gugus bintang, planet, asteroid, planet, dll) yang kita kenal sekarang. Dari posisi sekarang, para ilmuwan ingin tahu, apakah laju pengembangan itu menurun hingga suatu saat berhenti, lalu alam semesta mengerut hingga mengalami Keruntuhan Besar (Big Crunch)—yang berarti kembali ke kondisi awal. Ataukah laju pengembangan ini makin tinggi.

Penelitian terhadap galaksi dan supernova menunjukkan bahwa alam semesta ternyata terus mengembang. Bukan hanya itu, pengembangannya terjadi dengan laju yang kian tinggi! Ini sungguh mencengangkan. Apa gaya repulsif yang mendorong alam semesta mengembang dengan laju yang kian tinggi ke arah luar (outward), yang berarti melawan gaya gravitasi yang mengarah ke dalam (inward)? Teori2 fisika yang ada sejauh ini belum dapat menjawab misterinya, sehingga energi ini disebut sebagai energi gelap alias dark energy. Kata sifat gelap (dark) di situ bukan untuk menunjukkan warnanya yang hitam atau pekat, tetapi lebih menunjukkan ketidaktahuan manusia atas fenomena ini. Dan yang menarik, energi gelap ini tampaknya tersebar di segala ruang, sehingga fenomena ekspansi ini diamati di segala penjuru. Jadi, diduga energi ini merupakan sesuatu yang melekat (embedded) atau semacam karakter intrinsik dari ruang itu sendiri!

Dari mana para pakar mengajukan hipotesis bahwa energi gelap mengisi hampir 70% energi di alam semesta. Tentu tidak mudah membeberkan kalkulasinya, yang memerlukan kecanggihan teoretik fisika, sehimpunan data observasi, dan komputasi superkomputer. Tapi, logika sederhana kita menangkap bahwa energi gelap mengisi seluruh ruang yang ada, atau melekat di dalam ruang itu sendiri, atau bahkan merupakan sifat dari ruang itu sendiri.

Analogi sederhana untuk membayangkan accelerated expanding universe: bayangkan sebuah bola tenis (mewakili ruang) dilempar ke atas langit, lalu dia menjauh dan mengembang ke arah luar (outward) dengan semakin cepat dan semakin cepat. Tentu kita akan bertanya-tanya dari mana bola itu mendapatkan energinya untuk mengembang dengan kian cepat? Sekarang, bayangkan bola tenis tadi dengan alam semesta. Itulah problem energi gelap. Benar-benar gelap, dan ini merupakan isu frontier yang mengajak para ilmuwan untuk mencari teori2 baru yang sanggup menguak misteri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Citra Matahari Terkini

Latest image from Helioviewer.org.